Haji dan umroh sesuai sunnah

Tata cara haji dan umroh sebenarnya hampir sama hanya waktu pelaksaan dan niatnya saja yang berbeda. Berikut adalah tata cara ibadah haji dan umroh sesuai sunnah Rasulluloh saw.

  • Memakai Pakaian Ihram

Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain lebar untuk menutupi pundak dan bagian bawah panggul seperti layaknya sarung. Bagi wanita boleh mengenakan pakaian yang ia sukai, asal tidak menampakkan perhiasan.

  • Niat Ihram Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya; Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah Swt.

Sedangkan, Niat ihram umroh adalah :

“Labbaika ‘umratan, Labbaika allahuma labbaika, labbaika laa syariikalaka labbaika, innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka”.

“Artinya : Ku sambut panggilan-Mu untuk melaksanakan Umrah. Ku sambut panggilan-Mu ya Ilahi, Ku sambut panggilan-Mu, Ku sambut pangggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Ku sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan kerajaan adalah milk-Mu, tiada sekutu bagi-Mu

  • Membaca Talbiyah

Talbiyah adalah bacaan yang disunnahkan ketika seseorang yang telah niat haji dan umroh, hukum membaca talbiyah adalah sunah muakkad

  • Wukuf di Padang Arafah, Berkumpul di Padang Arafah beberapa saat yang di nilai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijjah hingga menjelang fajar tanggal 10 Zulhijjah.
  • Mabit di Mudzalifah, berarti bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah setelah melaksanakan wukuf di Padang Arafah
  • Melontar jumrah Aqabah, Setibanya di Mina setelah meletakkan barang bawaan di tenda, jamaah bersiap-siap melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijjah dengan tujuh batu kerikil.
  • Tahallul awal, Setelah melontar jumrah Aqabah, kemudian dilanjutkan dengan tahallul awal dengan cara mencukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya tiga helai.
  • Thawaf Ifadhah yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dimulai dari arah yang sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di sana pula.
  • Sa’i yaitu berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwa dan kembali lagi kebukit Safa sebanyak tujuh kali, sebelum memulai sa’i kita dihadapkan badan ke arah Ka’bah.
  • Tahallul kedua (Tahallul Tsaani)

Dengan tahallul ini, berarti seseorang telah melakukan tiga perbuatan yakni melontar jumrah aqabah, tawaf ifadhah dan sa‟i.

Untuk Informasi paket haji dan umroh terbaik bisa klik link whatsapp dibawah ini:

haji dan umroh sesuai sunnah
Hubungi Kami via Whatsapp